Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Thursday, October 20, 2016

Kisah Sukses : Tukang Sapu yang Sukses menjadi Pengusaha

Tri Sumono adalah seorang pengusaha sukses yang memiliki berbagai usaha yaitu peternakan, perkebunan jahe, pertanian padi dan masih banyak lagi. Alangkah hebatnya orang seperti Tri Sumono yang hanya seorang tukang sapu, sekarang menjadi pengusaha sukses, mempunyai pendapatan per bulan hingga ratusan juta. Pengusaha ini dulunya adalah seorang tukang sapu. Tri Sumono begitu nama aslinya. Seorang pria kelahiran Gunung Kidul 7 Mei 1973 ini sekarang menjadi pengusaha sukses dengan omset ratusan juta rupiah tiap bulannya. Salut dan kagum dengan perjuangannya demi menggapai mimpi,  CV 3 Jaya yang dirintisnya, serta usaha lain seperti peternakan burung, jahe dan pertanian padi, dan masih banyak lagi membuat omzet yang diterima Pak Tri saat ini mencapai lebih dari Rp 500 juta per bulan.

Pengusaha Sukses yang satu ini dulunya adalah seorang tukang sapu. Tri Sumono nama aslinya. Seorang pria kelahiran Gunung Kidul 7 Mei 1973 dan ia hanyalah seorang lulusan SMA tanpa keahlian.  Pada tahun 1993 ia nekad merantau ke Kota Jakarta meskipun hanya berbekal tas berisi kaos dan ijazah SMA yang baru diperolehnya. Sesampai di Jakarta Tri Sumono mulai mencari pekerjaan apa saja tanpa memilih-milih. Hal ini ia lakukan untuk bertahan hidup.

Pekerjaan pertama yang ia dapat adalah menjadi buruh bangunan di Ciledug – Jakarta Selatan. Selang beberapa bulan ia akhirnya dapat tawaran untuk jadi tukang sapu di sebuah kantor di Palmerah – Jakarta Barat.
Kisah Sukses : Tukang Sapu yang Sukses menjadi Pengusaha


Tawaran untuk jadi tukang sapu langsung diambilnya tanpa pikir panjang. Dengan anggapan bahwa menjadi tukang sapu akan lebih mudah dibanding jadi kuli bangunan. Dari tukang sapu kemudian diangkat menjadi office boy. Hal ini ia dapat lantaran kinerjanya yang sangat baik.

Dari office boy, ia kembali mendapat tawaran menjadi tenaga pemasar hingga karirnya menajak sampai menjadi penanggung jawab gudang.

Selama bekerja di kantor, Tri Sumono juga coba-coba mencari penghasilan tambahan. Pada saat libur kantor atau setiap hari Sabtu dan minggu ia berjualan pernak pernik aksesori seperti jepit rambut, kalung dan lain-lain di Stadion Gelora Bung Karno. Usahanya ini ia lakoni selama 4 tahun dengan modal 100 ribu rupiah.

Dari pengalaman jualan ini kemudian ia berpikir, bahwa usaha sendiri ternyata lebih menjanjikan daripada jadi karyawan dengan gaji pas-pasan. Pada tahun 1997 ia nekad mundur dari pekerjaan kantor dan menekuni jualan aksesorinya hingga memiliki kios di Mall Graha Cijantung.

Tahun 1999, ia membeli rumah di Perumahan Pondok Ungu Bekasi Utara hasil dari penjualan kios di Mall Graha Cijantung karena ditawar orang dengan harga mahal. Di tempat baru inilah, perjalanan bisnis Tri dimulai.

Saat itu, ia langsung membuka toko sembako. Menurutnya bisnis ini lumayan menjanjikan karena ke depan, Perumahan Pondok Ungu tempatnya bermukim itu bakal berkembang dan menjadi ramai.

Pada saat itu Pondok Ungu masih terbilang sepi. Demi meramaikan kawasan tempatnya tinggal, ia kemudian membangun sebanyak 10 rumah kontrakan yang di pasarkan dengan harga miring. Rumah kontrakan ini kebanyakan disewa oleh pedagang keliling, seperti penjual bakso,dan gorengan.

Cerdas sekali Tri Sumono, selain mendapat hasil dari rumah kontrakan, para pedagang itu juga meramaikan toko sembako miliknya. Melihat took sembako Tri mulai ramai, banyak warga di luar tempat tinggalnya mulai mengenal tokonya.

Seiring waktu berjalan, naluri usahanya semakin menjadi. Pada tahun 2006, Tri mulai tertarik dengan bisnis pembuatan sari kelapa. Dari beberapa kabar yang diperolehnya diketahui bahwa untuk membuat sari kelapa adalah proses dari fermentasi air kelapa murni dengan bantuan bakteri Acetobacter xylium.

Tapi Tri tidak patah semangat, ia terus belajar bagaimana untuk menghasilkan sari kelapa yang baik dan berkualitas standar yang ditetapkan perusahaan. Seorang dosen di IPB ditemuinya dengan maksud untuk belajar fermentasi. Sang dosen awalnya enggan mengajari mengingat Tri yang hanya lulusan SMA pasti akan kesulitan menerima penjelasannya.

Keseriusan Tri untuk belajar dan kecerdikannya merayu, Pak dosen pun akhirnya mau mengajarinya selama dua bulan. Setelah banyak mengantongi ilmu, Tri pun memulai kembali produksi sari kelapanya.

Setelah produk sari kelapanya lumayan memuaskan, ia langsung memproduksi 10.000 nampan dan bisa lolos ke perusahaan. Produksi pertamanya ini senilai Rp 70 juta. Sekarang terbalik, beberapa perusahaan antri mengambil olahan sari kelapanya. Nah … sejak saat itulah perjalanan bisnis Tri Sumono terus maju dan berkembang.

Melalui Perusahaannya CV 3 Jaya, Tri Sumono mengelola banyak cabang usaha, antara lain, produksi kopi jahe sachet merek Hootri, toko sembako, peternakan burung, serta pertanian padi dan jahe. Bisnis lainnya, penyediaan jasa pengadaan alat tulis kantor (ATK) ke berbagai perusahaan, serta menjadi franchise produk Ice Cream Campina.  (Sumber Artikel dari ciputrauceo.net)

Thursday, January 1, 2015

Peluang Usaha dan Baju Jokowi

Ketika memperhatikan Foto disamping, saya melihat peluang usaha sampingan fashion. Saya tidak tertarik dengan  benda bewarna kuning berkilau di puncak Monas di belakang Presiden RI ke 7 itu. Justru lengan baju yang menarik perhatian saya. FYI, Foto ini diambil saat Presiden  Jokowi memberikan pidato acara Syukuran Pesta Rakyat. Kembali ke lengan baju kemeja Presiden Jokowi, tidak hanya saat acara di Monumen Nasional, hampir setiap  memakai kemeja putih, beliau  melipat lengan kemejanya. Coba anda searching image di google, anda akan menemukan foto-foto serupa. Dalam acara pengenalan Kabinet Kerja Sabtu lalu, semua kompak melakukan hal yang sama. Menyingsingkan lengan baju. Dan sayapun mengerti makna dibalik lengan baju yang dilipat itu. Kerja, kerja dan kerja. Seperti nama kabinetnya. Menurut Presiden Jokowi, “lengan baju yang dilipat itu menandakan siap bekerja setiap saat”. Mungkin diharapkan dapat menular ke seluruh Menteri dalam Kabinet Kerja. Salah satunya sudah membuktikan diri, Menteri Kelautan dan Perikanan. Silahkan anda baca kisah sukses Susi Pudjiastuti. Dapatkan inspirasi.

Temukan Peluang usaha dari fashion Jokowi.


usaha sampingan fashion

Anda pasti masih ingat fenomena baju kotak-kotak saat pilkada DKI Jakarta 2 tahun lalu? Fenomena baju kotak-kotak menjadi trend. Semua ingin memakainya. Akibatnya permintaan tinggi. ini tentu saja melibatkan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Dan tentu saja itu membawa berkah bagi mereka. Omset naik, keuntungan meningkat Tentu anda bertanya, apa hubungan kotak-kotak dengan lengan kemeja Presiden Jokowi yang dilipat?  bayangkan jika fenomena ini terulang lagi. Ketika menjadi fashion trend,  Berbondong-bondong orang mencari kemeja seperti yang dipakai Presiden Jokowi. Nah, disinilah muncul peluang usaha. Dengan sedikit modifikasi bentuk, bisa jadi “kemeja jokowi” akan menjadi sebuah gaya kemeja  baru. Apakah terlintas  ide usaha seperti yang saya pikirkan? Sudahkah anda siap mengambil peluang usaha ini. Untuk anda yang sudah mempunyai bisnis usaha pakaian, manfaatkanlah peluang ini untuk meningkatkan penjualan produk anda.

Tentu anda masih ingat fenomena “Kerudung Syahrini”? anda bisa meniru cara pedagang meningkatkan penjualan. Mereka memberikan nama “Kerudung Syahrini” . Promosi yang unik. Anda pun bisa menirunya. Berilah label pada produk pakaian anda, kususnya kemeja lengan panjang. Seperti yang saya sebut di atas, anda bisa memberikan nama “kemeja jokowi”.

Untuk anda yang baru ingin memulai usaha sampingan fashion, sekaranglah waktunya melangkah. Seperti tulisan saya tentang kunci sukses memulai usaha,  kreatif menjadi kuncinya. Kita juga harus membaca peluang, temukan ide baru, dan belajar dari pengalaman orang lain.

Wednesday, November 12, 2014

Manisnya Usaha Es Tebu Semanis Uang Ratusan Ribu

usaha es tebu
Habis manis sepah dibuang, tebu manis mendatangkan uang. Peribahasa ini memang tepat untuk mewakili peluang bisnis jual es tebu. Peribahasa yang semula buruk, menjadi indah ketika dihubungkan dengan tebu. Tumbuhan tropis ini adalah bahan utama pembuatan gula. Tidak hanya batangnya saja yang bermanfaat, daunnya pun bisa digunakan sebagai bahan bakar pengganti kayu. Dengan semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi makanan dan minuman alami, tebu pun dilirik untuk dibuat minuman segar. Es tebu. Jadi tidak heran jika saat ini banyak sekali dijumpai penjual es tebu menjajakan minuman ini. Dengan lapak sederhana, sebuah gerobak/meja dan mesin penggiling tebu, mereka menunggu anda dipinggir jalan. Mereka siap melepaskan dahaga anda. Mereka menggoda anda dengan segarnya es tebu. Minuman segar dan manis, adalah yang paling dicari ketika panas dan terik mengganggu perjalanan anda. Dengan 3.000 rupiah, anda bisa menebusnya. Sama seperti kesegaran es tebu yang menggoda, keuntungan dari bisnis menjual es tebu pun menggoda. Anda tertarik mengambil peluang bisnis jual es tebu?

Memulai usaha jual es tebu

 

Usaha menjual es tebu termasuk usaha dengan modal kecil dan serderhana, tugas anda hanya memeras tebu dan menambahkan es. Dengan modal sekitar 6 juta, bisa dijadikan sebagai usaha sampingan maupun bisnis utama. Meskipun mudah, untuk memulai usaha ini, anda perlu mempersiapkan beberapa hal.

1. Modal Awal

Peralatan yang perlu disediakan adalah:
  • mesin penggiling + mesin penggerak = 4    juta
  • gerobak/meja                                      = 1,5 juta
  • tempat es+pisau+gelas                       = 0,5 juta
  • total modal awal                                 =  6   juta
2. Modal untuk berjualan per hari

Asumsikan penjualan 100 gelas per hari. Untuk membuat 100 gelas, kira-kira diperlukan 20 batang tebu. Harga tebu adalah 3 ribu per batang. Kebutuhan es sekitar 10 buah dan bahan bakar bensin menghabiskan 2 liter. Sedangkan untuk sedotan/palstik kurang lebih 6.000. jadi perhitungannya seperti di bawah ini:
  • tebu (20 btg x 3.000)    = 60 ribu
  • es batu (10 x 2.000)      = 20 ribu
  • bensin (2 liter x 7.000)  = 14 ribu
  • plastik + sedotan           =    6 ribu
  • total modal per hari       = 100 ribu
3. Pendapatan kotor

Jika harga jual per gelas adalah 3.000, maka penghasilan kotor per hari adalah:
  • 100 x 3.000 = 300.000
4. Pendapatan bersih

  • 300.000 - 100.000 = 200.000
Keuntungan yang sangat menggiurkan. Dengan asumsi diatas, diperkirakan kurang dari 2 bulan modal awal sudah kembali.

Dengan pemilihan lokasi usaha yang tepat, menjual 100 gelas per hari sangat mudah. Resiko kerugian bisnis jual es tebu juga sangat kecil. Masalah persaingan, tidak terlalu berat. Jika dikelola dengan baik, manisnya tebu, semanis keuntungan yang didapat. Segarnya es tebu, sesegar aliran uang ke dompet anda.