Thursday, September 15, 2016

Tung Desem Waringin : 11 Hal Penting Tentang Keuangan Tidak Diajarkan Di Sekolah

Tung Desem Waringin (sering disebut TDW) adalah pebisnis, dan motivator Indonesia. Perjalanan karier Tung dimulai di BCA sebagai Management Development Program (MDP) tahun 1992. Setelah melakukan training di Jakarta yang menjadikannya sebagai lulusan terbaik, ia dikirim ke BCA Cabang Surabaya untuk membenahi 22 cabang pembantu (capem) yang hasil audit operasionalnya terburuk se-Indonesia. Ketika tahun 2000 ayah Tung sakit keras dan ternyata hasil jerih payahnya di BCA hanya cukup untuk membayar perawatan sang ayah di kelas 3 RS Mount Elizabeth, Singapura, ia merasa sedih. Tung menangis. Akhirnya, ia mengajukan surat pengunduran diri dari BCA Mei 2000 dan pindah ke Lippo Group. Namun, di Lippo Shop, sebagai senior vice president marketing, ia tak cocok dengan pimpinannya. Februari 2001 ia pun mundur. Tapi pengorbanannya tak sia-sia. seminar Anthony Robbin tersebut, telah mengubah Tung menjadi sosok motivator yang mumpuni. Ilmu yang diraihnya tidak hanya ditularkan kepada lebih dari 500 ribu audien peserta seminar, Tung juga mempraktikkan jurus-jurusnya untuk kesuksesan dirinya sendiri. Tahun 2010 lalu, omzet yang dihasilkan dari perusahaan-perusahaannya mencapai 48 juta dolar AS.

Kali ini Pengusaha sekaligus motivator terkenal Tung Desem Waringin menyayangkan absennya pengajaran terkait kecerdasan keuangan kepada para siswa. Padahal siswa yang bersekolah dalam rentang waktu yang begitu lama sejak pendidikan dasar hingga tinggi, tetap saja ujung-ujungnya akan mencari kerja dan mencari uang setelah lulus.

Berikut ini 11 hal penting menurut Tung terkait kecerdasan keuangan yang selama ini tak pernah diajarkan di sekolah, padahal begitu vital dalam kehidupan seseorang setelah dewasa dan lulus dari jenjang pendidikan. Antara lain:
  • Tidak pernah diajari cara mencari kerja dengan kemungkinan diterima 99,9 persen.
  • Bahwa kerja itu cari Ilmu + kenalan dulu, baru uang.
    Tung Desem Waringin : 11 Hal Penting Tentang Keuangan Tidak Diajarkan Di Sekolah
  • Tidak diajari ilmu berkarier agar cepat naik pangkat dan naik gaji, secara halal tentu saja. 
  • Tidak pernah diajari cara mencari uang dengan cepat dan halal.
  • Tidak pernah diberitahu bahwa keputusan yang paling penting dalam kehidupan keuangan kita adalah kita harus memutuskan bahwa kita juga harus sebagai INVESTOR selain sebagai konsumen. Pilihan ini harus diambil apapun profesi kita baik Pegawai Negeri Sipil (PNS), Karyawan Swasta, Pengusaha, Dosen, Developer, Direktur, Pedagang dan lain sebagainya.
  • "Sungguh sedih ketika pensiun atau bisnisnya sedang kurang lancar atau sudah lewat jamannya, eh tidak punya penghasilan lain. Tidak punya pasif income yang cukup. Karena seumur hidup memang tidak tahu dan tidak belajar serta tidak berusaha mengembangkan investasi yang aman dan menguntungkan," jelas Tung.
  • Tidak pernah diajari cara mulai bisnis tanpa modal. Maka banyak yang setelah lulus kuliah terus berkeluh kesah tidak punya modal.
  • Tidak diberitahu cara-cara mendapatkan modal.
  • Tidak diajari cara menciptakan sistem dan orang supaya bisnis bisa berjalan dan berkembang tanpa kita.
  • Tidak diberitahu bahwa apapun profesi kita, kita harus belajar bisnisnya. Maka banyak yang terjebak dalam profesinya tidak pernah berkembang jadi besar dan lebih bermanfaat untuk orang banyak.
  • "Sebagai contoh, guru les bahasa Inggris, seumur hidup jadi guru les. Bila yang bersangkutan belajar bisnisnya dan belajar bekerja sama atau belajar mempekerjakan orang lain, maka dia bisa jadi punya kursus bahasa Inggris sebesar EF (English First)," tutur Tung.
  • Karena bisnis hampir selalu mempekerjakan orang lain aneh juga jurusan bisnis kagak ada pelajaran bagaimana merekrut, membina, memotivasi, teknik memberikan reward punisment, teknik monitoring, teknik menegur, teknik mengeluarkan karyawan dimana yang dikeluarkan malah bilang terima kasih.
  • Dan masih banyak lagi Ilmu-ilmu penting yang tidak diajarkan di sekolah maupun kuliah. Termasuk ilmu berpikir, ilmu mengambil keputusan, menimbang resiko, ilmu mengelola emosi, ilmu mengubah kebiasaan, ilmu bahagia, ilmu keluarga harmonis, ilmu jadi orang tua yang bijaksana, dan bahkan ilmu cara belajar; membaca cepat; mengingat, mencatat; merangkum satu buku dalam 1 halaman.
Sumber Referensi by Suaran.com/ Wikipedia

Monday, September 12, 2016

PELUANG USAHA RUMAHAN : Menjual Jus Buah di Halaman Rumah Modal Rp 500 Ribu

Membangun usaha itu tidak harus dimulai dengan modal besar. Di mulai dengan modal 500 ribu rupiah, banyak usaha yang bisa dibuka. Misalnya saja menjual jus buah di halaman rumah. Tak perlu membayar uang sewa, uang keamanan lagi dan lainnya. Mengingat jus buah cocok dikonsumsi oleh siapapun. Tidak perlu harus training, dan bahan baku pembuatan jus buah ini juga sangat mudah di temukan di pasaran dengan harga relatif murah. Apalagi anda membeli dengan jumlah yang banyak. Setelah berlanggaanan pun bisa mendapat diskon. Keuntungan yang di dapat bisa mencapai 100 % sampai 200%. Tapi memang lokasi rumah tak jauh dari keramaian, banyak anak kos.

Target Pasar
Para konsumen yang ditargetkan adalah masyarakat dari segala usia, mulai anak kecil hingga orang dewasa. Baik pria maupun wanita. Sebab banyak sekali manfaat minuman jus dari buah sehingga disukai banyak orang.

Memulai Bisnis Jus Buah Rumahan
Manfaatkan halaman rumah anda sebagai tempat usaha. Apalagi lokasi rumah anda tidak jauh dari kampus, sekolah, perkantoran, anak kos. Ingatlah, bahwa tidak diperlukan ruang yang luas sebagai tempat usaha jus buah. Minimal berukuran 2x2 meter. 

Dan peralatan yang diperlukan pun tidak terlalu banyak dan tidak terlalu besar modalnya. Belilah sebuah blender, beberapa gelas, meja dan bebera kursi, termos es, etalase kecil. Kemudian sediakan berbagai macam buah untuk dijadikan jus dan letakkan di etalase agar dapat dilihat konsumen. Sebelum membelinya, sebaiknya lakukan riset dulu dimana harga buah yang paling murah. Tapi jangan karena murah anda tidak memperhatikan kualitasnya. Tetap pastikan memilih buah yang segar.

Kendala bisnis
Kendala menjalankan usaha ini adalah musim penghujan, dimana penjualan jus buah mengalami kemerosotan. Karena pada musim hujan, minat konsumen untuk membeli minuman dingin berkurang. Selain itu bahan baku buah juga cepat busuk, jadi sebaiknya kamu sesuaikan stok buah sesuai dengan kebutuhan sehari  saja. Sehingga untuk berjualan hari berikutnya, menggunakan buah yang baru lagi.
jus buah, membuka usaha rumahan, peluang usaha rumahan, peluang bisnis, usaha kuliner


Strategi Pemasaran
Promosi awal bisa dilakukan dari mulut ke mulut, barulah kemudian dilanjutkan dengan menyebarkan brosur di sekitar tempat usaha anda, buat spanduk atau banner yang berisi aneka jenis jus yang akan dijual. Seperti kami sebutkan sebelumnya, rasa dan kualitas sangat penting. 

Kunci sukses
Keanekaragaman jenis buah-buahan yang hendak dijual salah satu menjadi keberhasilan usaha. Jangan sekali-kali menggunakan pemanis buatan, sebab konsumen akan tahu jika kamu menggunakan pemanis buatan. Jadi gunakan gula asli dalam menjalankan usaha jus buah. Selain menjual jus buah, anda juga bisa menambahkan beberapa menu yang berkaitan dengan minuman, makanan ringan seperti kue donat, kerupuk dan lainnya. 

Analisis Usaha
Modal awal
Blender                                                    Rp 300.000
Peralatan (gelas plastik, pisau, dll)          Rp 200.000+
Total                                                         Rp 500.000 

Biaya pengyusutan alat selama pemakaian 1 tahun
= 1/12 x Rp 500.000
= Rp 41.700

Biaya Operasional
Gaji pegawai (1 orang)                                          Rp 1.000.000
Bahan buah-buahan (Rp 100.000 x 30 hari)         Rp 3.000.000
Gula,es batu, susu (Rp 50.000 x 30 hari)              Rp 1.500.000
Perlengkapan (gelas plastik, sedotan, dll)             Rp   500.000
Listrik                                                                     Rp   300.000
Promosi dan transport                                           Rp   200.000
Biaya penyusutan alat                                           Rp   250.000 +
Total                                                                       Rp 6.750.000

Omzet per bulan
Omset per hari (40 gelas x @ Rp 8.000)       Rp   320.000
Omset per bulan (Rp 320.000 x 30 hari)        Rp 9.600.000

Laba per bulan
Rp 9.600.000 - Rp 6.750.000           =       Rp 2.850.000

BEP
(Modal awal : Laba per bulan)         =     < 1 bulan

Sumber Referensi dari Bisnisukm.com

Saturday, September 10, 2016

PELUANG USAHA : Untung Besar Jualan Ayam Goreng Tepung ala KFC

Ayam goreng tepung adalah hidangan makanan yang dibuat dari daging ayam yang dicampur tepung bumbu dan digoreng dalam minyak goreng panas. Makanan ini sangat disukai banyak orang. Selain karena harganya cukup murah, juga cocok dimakan langsung dan dengan nasi. Sejumlah pedagang ayam tepung lokal pun mulai bermunculan setelah kemunculan ayam goreng brand luar negeri, mereka terinspirasi dari KFC luar negeri yang tentu sudah terkenal itu. Peluang usaha ala KFC Friend Chicken sangat menarik untuk dijalankan, karena menjanjikan keuntungan besar.  

Cara Memulai Usaha
Sebelum memulai usaha ini, tentukan lokasi yang akan digunakan untuk memulai usaha. Lokasi yang kebanyakan diambil atau digunakan oleh para penjual ayam goreng tepung adalah di pinggir jalan raya yang ramai. Bahkan jika memungkinkan Anda sebaiknya membukanya berdekatan dengan kumpulan pedagang makanan lain seperti nasi goreng, sate ayam, atau martabak. Lokasi seperti itu tidak diragukan lagi keramaiannya, sehingga lebih berpeluang mendapatkan pembeli dalam jumlah yang besar. Harga sewa untuk tempat usaha ayam goreng tepung tersebut bervariasi antara Rp. 100.000- Rp. 300.000/ bulan.

Perlengkapan utama dalam usaha ini adalah gerobak atau etalase, kompos gas, tabung gas, wajan, sutil, saringan minyak, baskom plastik untuk wadah campuran bumbu dan tepung, penjepit makanan, dan kantong kertas. Dan jangan lupa beberapa meja, beberapa kursi, dan tenda sederhana untuk menjaga jualan anda dari hujan. 

Strategi Pemasaran
Untuk media pemasaran, penjual dapat memberikan promosi dengan diskon di awal usahanya. Informasi juga bisa melalui pamflet yang ditempel di sekitar tempat usaha atau brosur yang disebar. Harga dihitung berdasarkan harga beli bahan dan keuntungan yang ingin diraih. Satu potong ayam goreng tepung dapat dijual Rp 3.500 – Rp 5.000, tergantung dari ukuran dan lokasi berjulan. Harga jual dapat sedikit dinaikkan di lokasi yang diperkirakan memiliki daya beli lebih tinggi.

Keuntungan Bisnis
Untuk keuntungan, selain lokasi yang bagus juga ditentukan oleh kualitas daging ayam digunakan, racikan bumbu, dan kerenyahan tepungnya. Sebaiknya Anda menggunakan ayam potong yang segar dengan membeli langsung di tempat pemotongan ayam karena kualitasnya lebih terjamin. Bahkan di tempat tersebut juga bisa memilih ayam yang masih hidup. Keuntungannya, selain biayanya lebih murah juga dapat menyesuaikan dengan selera pembeli. Untuk kemasan jualannya, biasanya ayam goreng tepung dijual per potong atau per bagain. Pelengkapnya adalah saus dalam bentuk sachet.
PELUANG USAHA : Untung Besar Jualan Ayam Goreng Tepung ala KFC


Kendala usaha
Selama ini yang menjadi resiko atau kendala dalam membuka usaha ayam goreng tepung adalah persaingan dan isu penggunaan ayam tiren (mati kemarin) maupun penggunaan formalin pada daging ayam. Persaingan semakin ketat karena semakin banyak usaha baik pribadi maupun waralaba yang menjual jenis makanan ini. Menjual ayam goreng tepung dengan kualitas daging yang terjaga dan racikan bumbu yang konsisten dapat menjadi senjata menghadapi persaingan yang ada. Isu ayam tiren dan penggunaan formalin pada pengawetan daging ayam dapat disiasati dengan memasang brosur cara mengenal daging ayam yang baik dan ciri daging ayam (bentuk, ukuran, dan rasa) yang telah digoreng tepung sehingga pembeli merasa lebih yakin dengan produk yang dijual. 

Analisis Usaha
Asumsi
Masa pakai etalase sederhana 5 tahun
Masa pakai peralatan masak 4 tahun
Masa pakai peralatan lain-lain 2 tahun
Satu ekor ayam dipotong menjadi 12 bagian
Usaha dijalankan sendiri tanpa karyawa

a. Modal Awal
Etalase sederhana                                                           Rp 1.500.000,00
Peralatan masak (kompor gas, wajan, dan sutil)             Rp   600.000,00
Peralatan lain-lain (baskom plastik, saringan minyak,
dan penjepit makanan)                                                     Rp   100.000,00+
Total investasi                                                                   Rp 2.200.000,00

b. Biaya operasional/bulan
1. Biaya tetap
Penyusutan etalase sederhana 1/60 x Rp. 1.500.000          Rp    25.000,00
Penyusutan peralatan masak 1/48 x Rp. 600.000                Rp    12.500,00
Penyusutan perlatan lain-lain 1/24 x Rp. 100.000                Rp     4.200,00
Sewa tempat                                                                         Rp   150.000,00+
Total biaya tetap                                                                    Rp   191.700,00

2. Biaya variabel
Ayam (6 ekor x Rp 35.000/ekor x 30 hari)                          Rp 6.300.000,00
Tepung terigu dan bumbu (Rp 60.000/hari x 30 hari)         Rp 1.800.000,00
Kantong kertas dan plastik pembungkus
(Rp 10.000/hari x 30 hari)                                                   Rp   300.000,00+
Total biaya variabel                                                             Rp 8.400.000,00
Total biaya operasional (Rp   191.700 + Rp 6.450.000 )     Rp 8.591.700,00

c. Omset per bulan
Penjualan ayam goreng tepung
(72 potong x Rp 6.000/ potong x 30 hari)                   Rp 12.960.000,00

d. Keuntungan per bulan
Keuntungan = Total Omset - Total biaya operasional
= Rp 12.960.000,00 - Rp 8.591.700,00
= Rp 4.368.300,00

e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total penerimaan:Total biaya operasional
= Rp 12.960.000,00 - Rp 8.591.700,00
= 1, 6

Resep ayam goreng tepung
Bahan:
Satu ekor ayam broiler, potong 12 bagian, cuci bersih
Minyak goreng secukupnya
Tepung bumbu:
1 kg tepung terigu
1 sdm tepung bumbu siap pakai
2 sdm penyedap rasa
1 sdm garam
1 sdt baking powder
1 sdt merica bubuk
1 sdt ketumbar bubuk
Cabai kering bubuk secukupnya

Cara membuat
  • Rendam potongan ayam dalam air dingin, angkat dan tiriskan
  • Campurkan tepung terigu, tepung bumbu, penyedap rasa, garam, baking powder, merica, ketumbar, dan cabai kering. Aduk rata.
  • Lumuri potongan daging ayam menggunakan campuran tepung bumbu hingga seluruhnya tertutupi.
  • Panaskan minyak goreng dalam jumlah cukup banyak sehingga dapat merendam potongan ayam. Goreng potongan ayam yang telah dilumuri campuran tepung bumbu hingga berwarna keemasan. Angkat kemudian tiriskan.
Sumber Referensi dari Bisnisukm.com

Thursday, September 8, 2016

Cara Cepat Kembalikan Modal Usaha

Ketika memulai sebuah bisnis, banyak orang kawatir bahwa modalnya akan sulit kembali atau merugi dan tidak bisa mengembalikan modal besar yang dikeluarkannya. Hal ini memang sebuah tantangan yang besar ketika akan memulai usaha. Tapi jika Anda berkutat dengan masalah balik modal cepat terus menerus Anda akan sulit mengembangkan diri Anda sebagai seorang pelaku bisnis. Jika hal ini begitu mengganggu Anda, dibawah ini ada beberapa hal yang bisa Anda gunakan sebagai pedoman agar modal usaha Anda bisa cepat kembali. Pengertian modal usaha adalah sesuatu yang digunakan untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha. Modal ini bisa berupa uang dan tenaga (keahlian). Modal uang biasa digunakan untuk membiayai berbagai keperluan usaha, seperti biaya prainvestasi, pengurusan izin, biaya investasi untuk membeli aset, hingga modal kerja.

Mulai dengan usaha online
Salah satu usaha yang banyak menarik minat pengusaha adalah melakukan bisnis secara online. Bisnis online ini memiliki banyak keuntungan selain modalnya lebih sedikit, modal Anda bisa lebih cepat kembali. Mengapa? Karena bisnis online membuat sebuah bisnis memiliki pasar yang lebih besar. Pasar yang lebih besar memungkinkan Anda untuk menawarkan barang Anda pada area yang lebih luas.

Dengan penawaran yang lebih luas, pembeli juga datang dari daerah yang lebih banyak sehingga produk lebih cepat terjual dan Anda bisa lekas balik modal. Dengan melakukan penjualan secara online Anda bahkan bisa memulai usaha tanpa menggunakan modal. Bisnis ini adalah bisnis reseller atau dropshipper.

Cari tenaga dengan kualitas standar
Salah satu solusi untuk mempercepat kembalinya modal adalah dengan menekan biaya produksi. Pada awal pembukaan sebuah usaha, Anda bisa tentunya harus menekan biaya produksi jika biaya produksi lebih kecil, kesempatan untuk kembali modal akan lebih cepat didapatkan. Selain itu, jika biaya produksi lebih kecil dapat mengurangi resiko bangkrut secara besar besaran.
Cara Cepat Kembalikan Modal Usaha

Optimasi sumber daya disekitar
Jika Anda hidup pada lingkungan industri, hal ini adalah kabar baik bagi Anda. Anda harus bisa memanfaatkan sumber daya tersebut dengan sebaik baiknya. Dengan membeli bahan baku dari pabrik yang memproduksinya Anda bisa menekan biaya produksi lebih banyak lagi.

Manfaatkan orang-orang disekitar Anda
Di sekitar rumah Anda pasti ada banyak ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan bukan? Jika ya, ini mungkin bisa menjadi kesempatan yang baik bagi Anda. Jika Anda bisa mendapatkan tenaga kerja dari orang disekitar Anda lagi-lagi biaya pengeluaran dapat ditekan. Anda bisa mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga disekitar Anda sebagai tenaga kerja lepas sehingga pembayarannya juga tidak sebanyak pekerja tetap. Tapi tetap perhatikan kepantasan biaya pembayaran. Biaya jasa yang terlalu kecil juga bisa membuat tenaga kerja Anda menjadi malas bekerja sama dengan Anda.

Mencari suplier langsung
Untuk menekan biaya bahan baku, Anda harus bisa mencari supplier bahan semurah murahnya, jika tidak bisa mendapatkan pabriknya langsung Anda bisa membelinya dari supplier, hindari membeli dari tangan terakhir hal ini bisa menjadi langkah yang bagus untuk menghabisi bisnis Anda. (Sumber Artikel dari Ayowaralaba.com)